S + T + E + M = Logika – Memahami Stem Play

[ad_1]

Pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) adalah istilah yang terkenal di dunia akademis, dan di antara orang tua yang mencari pilihan untuk anak-anak mereka. Tapi apa itu STEM? Bentuk yang diperluas cukup sederhana, STEM, tetapi ide di balik STEM jauh lebih dari itu. Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) mengembangkan berbagai keterampilan berpikir, penalaran, kerja tim, investigasi, dan kreatif yang dapat digunakan seseorang di semua bidang kehidupan mereka.

Jadi, meninjau kembali definisi STEM:

  • Sains: studi tentang dunia alami
  • Teknologi: Teknologi secara luas mengacu pada produk apa pun yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan atau kebutuhan. Kursi adalah teknologi. Begitu juga dengan pensil. Dalam konteks ini, produk apa pun yang dibuat anak-anak untuk memecahkan masalah dapat dianggap sebagai teknologi
  • Rekayasa: proses desain yang digunakan untuk memecahkan masalah
  • Matematika: bahasa bilangan, bentuk, dan besaran

Dengan definisi ini dalam konteks, jelas bahwa semua elemen ini berjalan beriringan. Siapa pun yang menghadapi masalah dalam kehidupan nyata perlu memiliki gagasan yang baik tentang lingkungan mereka, memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mengatasi masalah melalui proses desain yang dipraktikkan, dan memiliki kemampuan untuk secara akurat mengukur berbagai kuantitas yang terkait dengan masalah di tangan.

Jadi, berpikir tentang STEM membuat anak lebih baik dan lebih mampu berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat. Tetapi bagaimana kita menyajikan subjek yang begitu kompleks di dunia anak-anak yang riang? Ini sangat sederhana. Berikan anak-anak masalah kehidupan nyata yang melatih keterampilan yang berbeda. Ini bukan untuk mengatakan kepada anak itu, “Ramo memiliki sepuluh manga, dan ayahnya telah memberinya sepuluh lagi.” Anak-anak secara alami menjadi lebih tertarik pada mangga. Idenya adalah untuk menyajikan masalah yang memicu rasa ingin tahu mereka dan mendorong mereka untuk bertahan sampai mereka memiliki solusi. Sikap ini berakar pada mereka sejak dini, dan membantu mereka menghadapi kehidupan secara langsung.

Jadi, di usia muda, tantangan seperti apa yang dapat Anda berikan kepada seorang anak yang menangkap imajinasinya dan juga membantunya mempraktikkan pembelajaran STEM? Jawabannya adalah merancang tantangan sebagai permainan. Dengan ide ini, pasar memiliki ceruk terpisah “permainan pembelajaran STEM”, tetapi permainan ini fokus pada penguatan setiap komponen STEM untuk menciptakan jalur karir dalam karir STEM. Namun, permainan pembelajaran STEM yang baik mengembangkan potensi dasar setiap anak sehingga mereka dapat memilih jalan mana pun dalam hidup mereka secara efisien dengan logika dan visi yang nyata.

Pada akhirnya, tujuan sebenarnya di balik pembelajaran STEM adalah untuk membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berkemampuan tinggi yang berpikir di luar kotak untuk proyek apa pun yang mereka pilih. Bayangkan sebuah komunitas individu yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan yang mereka buat dalam hidup mereka. Ini mungkin masa depan jika kita menerima kebenaran di baliknya, dan membantu mengarahkan anak-anak kita ke jalan menuju mimpi seperti itu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close